Mendorong loyalitas generasi millennial



Di tahun 2021, generasi millenial telah menjadi generasi dengan jumlah orang yang terbesar di dunia kerja. Generasi millenial sendiri sering didefinisikan sebagai individu kelahiran tahun 1981 yang kini sudah mencapai 40 tahun dan sudah berkeluarga hingga individu yang termuda dari kelahiran tahun 1996.


Survei yang dilakukan Yahoo! Finance dan Harris Poll pada tahun 2021 menemukan bahwa sepertiga generasi millenial (individu kelahiran 1981-1996) berpikir untuk resign dari pekerjaan mereka karena alasan gaji. Ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, dunia pekerjaan menjadi semakin sensitif khususnya mengenai gaji. Perusahaan perlu beradaptasi dengan situasi tersebut, khususnya dengan dua cara berikut yang lebih praktis untuk diterapkan.


Budaya bekerja secara remote atau work-from-home dapat menjadi solusi dari masalah yang disebabkan pandemi Covid-19. Kebutuhan untuk melakukan social distancing dan menerapkan protokol kesehatan dapat dipenuhi dengan mengoptimalkan media video call atau online meeting. Perusahaan yang mampu melakukan efisiensi biaya yang tidak perlu diharapkan dapat lebih cepat pulih secara ekonomi dan dari sisi karyawan sendiri manfaat langsung dari cara ini adalah menghemat pengeluaran transportasi dari sisi materi dan mengurangi stres akibat komuter dari tempat tinggal ke tempat kerja dari sisi fisik dan mental.


Meskipun isu gaji termasuk vital, namun generasi millenial juga cenderung memiliki kepedulian tinggi terhadap isu ekonomi yang dihadapi perusahaan. Dengan perusahaan lebih terbuka mengenai situasi ekonomi yang tengah dihadapinya, diharapkan generasi millenial akan merasa lebih aktif terlibat, berkontribusi, dan meningkatkan komitmen terhadap perusahaan. Rasa memiliki dan sense of belonging adalah salah satu elemen vital untuk memupuk loyalitas dan motivasi.

48 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua