Berdamai dengan Emosi


Menurut survey, 89 % kita cenderung emosional. Ada yang mudah tersinggung, ada yang mudah tertekan, mudah merasa tertolak, mudah putus asa, ada yang sulit mengendalikan diri. Akibatnya adalah tindakan nekad, marah-marah tanpa alasan yang seimbang. Semua hal diatas diakibatkan karena kerentanan emosi kita.


Ternyata emosi yang ada dalam diri kita dapat berakibat fatal jika tidak dikelola dan dikendalikan. Ia seperti api yang sanggup menghanguskan akal sehat. Emosi juga bagaikan air bah yang mampu menghanyutkan seluruh pengharapan kita.


Padahal emosi diciptakan agar mewarnai kehidupan kita. Bekerja, berkarier, keluarga, makan, minum, rekreasi, berolah raga, mengasihi, mencintai, untuk semua itu diperlukan emosi agar dapat dinikmati. Emosi harus dikenal dan dipahami. Emosi yang sehat harus dikuasai dan dikelola agar tidak tidak menjadi musuh tetapi bermanfaat bagi kita.


Ada banyak keuntungan jika mampu mengelola emosi. Dalam segala hal mampu berespon benar, mampu memotivasi diri dengan hal positif. Punya hubungan atau relasi yang sehat dan sekaligus produktif, tangguh dalam segala situasi. Membawa pengaruh baik dalam prestasi kerja dan kesuksesan serta dapat menikmati setiap moment hidup dengan berkualitas.


Namun harus diakui mengelola emosi dengan cerdas tidaklah mudah. Ada banyak tantangannya. Terkadang saat situasi menekan kecenderungan kita jadi reaktif, mudah tersulut emosi saat ada yang tidak sesuai hati dan memungkinkan seseorang jadi impulsif, bertindak mengikuti emosi demi memuaskan rasa marah atau kesal atau gembira berlebihan dan baru sadar apa yang dilakukannya belakangan. Dan saat kita berada diatas kecenderungan membenarkan diri, merasa paling benar, sombong dan tidak mau menerima pengajaran,keras kepala dan ceroboh bahkan ta jarang kenaifan diri juga bisa manjadi penghalang.


Pengelolaan emosi butuh dilatih karena ini bukan bakat atau turunan. Harus diawali apakah mau menguasai emosi. Tidak mudah menyerah pada kondisi emosi kita dan perlu mengembangkan seni mendengarkan, kuatkan hati dan belajar untuk berlapang dada berbesar hati ketika situasi tak seperti yg diharapkan, dan tentu saja harus didukung kemampuan menyesuaikan diri dalam segala situasi


Pada akhirnya perlu disadari Empat kunci emosi yang sehat adalah Mengenali emosi diri, Membangun hubungan yang sehat, Mengelola stress dan Menyesuaikan diri.


Sebuah kalimat bijak menyatakan must conquer self else or we become a slave of self.


True self control means : Willingness....

Karakter adalah respon yang benar.

Always right response


Saat situasi tidak benar, kita tetap berespon benar.

Saat orang lain tidak benar, kita tetap berespon benar.

15 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

© 2020 Power Character. All Rights Reserved.